Open/Close Menu

Jakarta, Prosedur pembesaran penis yang tidak disarankan adalah dengan menyuntikkan cairan-cairan tertentu seperti parafin, silikon cair, ataupun minyak nabati. Risiko yang mungkin muncul akibat kegiatan ini adalah paraffinoma atau silikonoma penis yang membuat bentuk penis jadi terlihat aneh.

Keanehan bisa muncul lantaran kepala penis ukurannya normal, namun batang penis membesar sehingga tidak proporsional. Belum lagi jika terbentuk jaringan parut di penis. Lalu bagaimana penanganannya?

“Penanganannya melalui operasi pembuangan jaringan yang kaku dan kemudian mengganti kulit yang hilang dengan kulit skrotum (buah zakar),” jelas dr Beta Subakti Nata’atmaja SpBP-RE(K) dari RS Onkologi Surabaya dalam perbincangan dengan detikHealth.

Menurutnya, kondisi penis akan sembuh total dalam waktu 1-2 pekan. “Prosedurnya disebut total excision and bilateral scrotal flap penile reconsruction,” imbuhnya.

Dikatakan dr Beta, hasil operasi perbaikan ini sangat baik. Bahkan sebagian besar pasien puas dengan teknik perbaikan seperti itu.

“Prosedur ini sangat meningkatkan kualitas hidup penderita, tetapi orang sering malu dan tidak tahu ke mana harus berobat, karena menyangkut area privat,” sambung dr Beta.

Nurvita Indarini – detikHealth